ASI Eksklusif Memberi Efek Perlindungan Terhadap Risiko Diabetes

Makanan ideal bagi bayi adalah ASI. Banyak orang sudah tahu hal itu. ASI eksklusif usai melahirkan diakui bisa menjadi cara mudah membuang kelebihan lemak semasa hamil. Ternyata ada keuntungan lain, yaitu menekan risiko diabetes dan sederet manfaat kesehatan lainnya, baik bagi ibu maupun bayi.

Dalam sebuah jurnal internasional tentang obesitas, sejumlah peneliti menemukan bahwa semakin sering seorang perempuan melahirkan, makin tinggi pula indeks massa tubuh (BMI) mereka. BMI normal antara 18,5 – 24,9 dan obesitas terjadi bila BMI lebih dari 30.

Adalah Kirsty Bobrow dan timnya dari Universitas Oxford, Inggris, yang mengevaluasi informasi yang berasal dari 740.000 perempuan menopause yang terlibat dalam Britain Million Women Study antara tahun 1996 dan 2001. Rata-rata usia mereka adalah 58 tahun. Dari data tersebut, tiap partisipan diminta melaporkan tinggi, berat, sejarah melahirkan , dan menjawab beberapa pertanyaan seputar menyusui.

Hasil analisis menunjukkan bahwa makin sering seorang perempuan melahirkan, indeks massa tubuhnya cenderung lebih tinggi. Di antara mereka yang tidak punya anak, rata-rata BMI adalah 25,6 (sedikit kelebihan berat badan), sedangkan perempuan yang memiliki empat anak atau lebih rata-rata memiliki BMI 27,2.

Studi lain menunjukkan bahwa dengan menyusui, lemak tubuh seorang ibu akan lebih banyak terbakar.

Lain lagi hasil penelitian yang dilakukan oleh David J Pettit dari National Institute of Diabetes and Kidney Diseases, Pheonix, di wilayah suku Indian Pima, Amerika Serikat.

Dalam penelitian tersebut Pettit memilih 730 orang berusia 11-38 tahun yang lahir antara 1954 – 1982. Mereka dibagi dalam tiga kelompok berdasarkan pola penyusuan pada saat bayi: kelompok yang menerima ASI eksklusisf (151 orang), ASI dan susu formula (247 orang), serta kelompok yang hanya mengonsumsi susu formula (332 orang).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penderita diabetes dalam kelompok ASI eksklusif lebih sedikit ketimbang dengan dua kelompok lainnya. Juga, jumlah penderita terbanyak ditemukan pada kelompok formula eksklusif. Sementara itu, kelompok ASI + formula jumlah penderita diabetesnya berada di antara dua kelompok lainnya. Ada dua hal penting yang patut dicatat dari hasil penelitian tersebut.

Pertama, ternyata pemberian ASI eksklusif memberi efek perlindungan terhadap risiko diabetes saat dewasa jika didukung oleh pola makan yang sehat dan sangat signifikan.

Kedua, bagi mereka yang memiliki riwayat anggota keluarga penderita diabetes perlu lebih memerhatikan pola makan sehat sejak dini. Sebab, hal tersebut secara signifikan menunjang risiko munculnya diabetes. Salah satu pola makan sehat sejak dini adalah pemberian ASI eksklusif.

Disarikan dari berbagai sumber