Watak Wuku Kuruwelut

Apa itu wuku atau pawukon? Pawukon pada prinsipnya astrologi Jawa yang dipakai untuk mengetahui watak manusia menurut wuku kelahirannya dengan perlambang utama: dewa, kayu, burung, dan jenis rumah beserta sifat-sifatnya. Versi lengkap pawukon biasanya disertai dengan Sangkala-Bilahi (hari nahas / sial) disertai cara tolak bilahi (menghindari kesialan).

Pawukon sejak ratusan lalu telah digunakan (terutama oleh orang tua) untuk mengetahui dan memahami gambaran dasar watak anak-anaknya. Dengan memahami kecenderungan watak seorang anak, para orang tua berharap dapat mengasuh dan mendidik mereka ke arah yang positif.

Soal asal-usul, sejatinya tak ada yang bukti empiris yang bisa dijadikan pegangan secara ilmiah. Dengan kondisi alam yang sangat dinamis serta sejarah penjajahan yang sangat lama, mungkin naskah atau peninggalan aslinya sudah musnah. Asal mula yang dipakai sekarang hanya berasal dari legenda, cerita yang diwariskan secara lisan maupun tulisan.

Untuk melihat wuku yang Anda miliki bisa dilihat di situs ini. Berikut adalah watak Wuku Kuruwelut

Wuku Kuruwelut

Dewanya Sang Hyang Wisnu, tajam pikirannya, tinggi dan selamat budinya, kecerdasannya di atas rata-rata. Tajam hatinya, waspada, berhati-hati. Pohonnya Parijata, artinya jadi pelindung dan mudah mendapat kebahagiaan.

Burungnya Puter, artinya jika berbicara kelihatannya kalah di awal, tapi belakangan punya argumen pamungkas yang kuat, tidak suka berbohong, tidak suka gosip. Rumahnya di depan, artinya tak masalah memperlihatkan kekayaannya.

Bahayanya kena racun daun. Penangkalnya, selamatan macam-macam sayuran, jajan pasar, sekar boreh. Candranya Tirta Wening, artinya sedikit bicara, bersih hatinya, bila jadi pemimpin ditaati perintahnya, bisa jadi tempat pengungsian. Sebagai individu sulit dikendalikan orang lain walau itu atasan atau orang tuanya.