Mengenal Premium, Pertamax, dan Pertamax Plus

Kebanyakan dari kita menggunakan bahan bakar dalam kehidupan sehari-hari. Kunjungan ke stasiun pengisian bahan bakar mungkin hal rutin bagi kebanyakan dari kita. Namun, sudahkan kita mengenal premium, pertamax, dan pertamax plus dengan baik? Wirawiri menyajikannya untuk Anda.

[box_light]Premium adalah bahan bakar minyak jenis distilat berwarna kekuningan yang jernih. Premium merupakan BBM untuk kendaraan bermotor yang paling populer di Indonesia. Premium merupakan BBM dengan oktan atau Research Octane Number (RON) terendah di antara BBM untuk kendaraan bermotor lainnya, hanya 88. Pada umumnya, Premium digunakan untuk bahan bakar kendaraan bermotor bermesin bensin, seperti: mobil, sepeda motor, motor tempel, dan lain-lain. Premium menggunakan tambahan pewarna dye. bahan bakar ini juga menghasilkan NOx (mononitrogen oksida, hasil reaksi antara nitrogen dan oksigen di udara saat pembakaran) dan Cox dalam jumlah banyak.[/box_light]

[box_light]

Pertamax adalah bahan bakar minyak andalan Pertamina. Pertamax, seperti halnya Premium, adalah produk BBM dari pengolahan minyak bumi. Pertamax dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannnya di kilang minyak. Etanol digunakan dalam Pertamax sebagai peningkat bilangan oktannya.

Pertamax pertama kali diluncurkan pada 1999 sebagai pengganti Premix 98 karena dalam Premix 98 ada unsur MTBE (methyl tertiary butyl ether, C5H11O, terbuat dari bahan etanol), yang berbahaya bagi lingkungan. MTBE murni berbilangan setara oktan 118. Selain dapat meningkatkan bilangan oktan, MTBE juga dapat menambahkan oksigen pada campuran gas di dalam mesin, sehingga akan mengurangi pembakaran tidak sempurna bensin yang menghasilkan gas CO. Belakangan diketahui bahwa MTBE ini juga berbahaya bagi lingkungan karena mempunyai sifat karsinogenik dan mudah bercampur dengan air, sehingga jika terjadi kebocoran pada tempat-tempat penampungan bensin (misalnya di pompa bensin) MTBE masuk ke air tanah bisa mencemari sumur dan sumber-sumber air minum lainnya.

Selain itu, Pertamax memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan Premium. Pertamax direkomendasikan untuk kendaraan yang diproduksi setelah 1990, terutama yang telah menggunakan teknologi setara dengan electronic fuel injection (EFI) dan catalytic converters (pengubah katalitik). Pertamax ditujukan untuk kendaraan yang menggunakan bahan bakar beroktan tinggi dan tanpa timbal. Pertamax juga menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang sangat sedikit dibanding BBM lain.

[/box_light]

[box_light]Pertamax Plus adalah bahan bakar minyak produksi Pertamina. Pertamax Plus, seperti halnya Pertamax dan Premium, adalah produk BBM dari pengolahan minyak bumi, dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannnya di kilang minyak. Zat yang digunakan untuk meningkatkan oktannya adalah toluene. Pertamax Plus merupakan bahan bakar yang sudah memenuhi standar performa International World Wide Fuel Charter (IWWFC). Jadi, Pertamax Plus dianggap lebih ramah lingkungan, antara lain karena tak menggunakan timbal, serta menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang sangat sedikit dibanding BBM lain. Bahan bakar ini merupakan adalah bahan bakar untuk kendaraan yang memiliki rasio kompresi minimal 10,5 serta menggunakan teknologi electronic fuel injection (EFI), variable valve timing intelligent (VVTI), (VTI), turbochargers, dan catalytic converters.[/box_light]