9 Hal yang Jangan Anda Tanyakan Saat Wawancara Kerja

Saat wawancara kerja, selain dicecar pertanyaan oleh bagian HRD perusahaan, ada kalanya untuk menunjukkan ketertarikan dan antusiasme, si pelamar juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Inilah sembilan pertanyaan yang sebaiknya jangan Anda ungkapkan saat wawancara kerja.

1 Berapa gaji saya?

Bertanya terlalu dini berapa Anda dibayar atau digaji akan menjadi bumerang bagi Anda meskipun  Anda adalah calon yang potensial.  Buatlah gambaran kepada pewawancara Anda bahwa Anda berniat masuk menjadi bagian perusahaan demi pekerjaan dan posisi yang ditawarkan, bukan demi uang. Baru setelah Anda sampai pada tahap perusahaan setuju merekrut Anda, tanyalah berapa Anda akan dibayar.

2 Kapan saya bisa ambil hari libur?

Anda belum diterima bekerja dan bahkan belum bekerja sama sekali, tapi Anda sudah bertanya kapan bisa ambil cuti atau libur.  Lampu merah buat Anda, terutama kalau pertanyaan ini diungkapkan saat wawancara kerja. Bila Anda telah sampai ke tahap negosiasi dan ternyata ada kegiatan lain yang berbenturan dengan pekerjaan baru, Anda bisa ungkapkan tapi pilih saat yang tepat dalam wawancara.

3 Di mana tempat parkir saya?

Pertanyaan ini adalah salah satu dari sekian banyak pertanyaan yang dangkal sifatnya dalam wawancara kerja. Yaang patut Anda ingat, kalau nanti perusahaan memilih Anda sebagai kandidat terbaik, maka mereka akan mejawab apa pun yang ingin Anda ketahui, mulai tempat parkir sampai di mana Anda makan siang.

4 Perusahaan ini bergerak di bidang apa?

Kalau hal ini Anda tanyakan, Anda akan segera diantar menuju pintu keluar. Sebelum Anda menjalani tes wawancara kerja, Anda harus tahu sebanyak-banyaknya tentang perusahaan tersebut, tentang pekerjaan mereka, tentang pesaing mereka. Itulah tanggung jawab Anda sebelum menjalani wawancara kerja.

5 Kapan saya bisa mulai kerja?

Percaya diri sih boleh saja dan sikap tersebut bagus dalam wawancara. Tetapi kalau Anda bertanya kapan mulai kerja, Anda terlalu agresif. Ingat, Anda adalah satu dari sekian kandidat yang masih dalam taraf pertimbangan.

6 Bisakah pekerjaan saya bawa pulang?

Kalau dalam deskripsi kerja tidak disebutkan pekejaan boleh dikerjakan di rumah, maka sebaiknya jangan Anda tanyakan. Sebagian besar perusahaan ingin karyawannya bekerja di kantor. Untuk beberapa perusahaan, bekerja di rumah adalah privilese dan hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu. Baru setelah Anda masuk kerja, Anda bisa tanyakan hal itu ke manajer Anda.

7 Fleksibelkah perusahaan ini?

Bila Anda sudah bertanya-tanya soal fleksibilitas perusahaan, semisal bisakah datang telat, boleh makan siang agak lama, atau hal-hal lain yang melanggar aturan umum, bisa dipastikan kans Anda akan menipis di mata perusahaan. Buatlah diri Anda seolah menjadi kandidat yang ideal untuk perusahaan tersebut.

8 Pertanyaan-pertanyaan pribadi

Tidak masalah bila Anda mengawali wawancara dengan pertanyaan basa-basi demi menjalin suasana akrab. Misalnya tentang siapa foto di atas meja, lukisan yang tergantung di dinding, dan sebagainya. Namun, jangan sampai kelewat batas. Jangan Anda bertanya umur, sudah menikah atau belum, mau punya anak berapa, dan sebagainya yang sifatnya pribadi . Anda belum mengenal betul siapa yang Anda hadapi. Malah bisa-bisa nanti pertanyaan Anda akan menyinggung si pewawancara. Ingat, fokus pertemuan pada saat itu adalah diri Anda. Seberapa pantas  diri Anda sebagai kandidat?

9 Jangan terlalu banyak bertanya

Bila Anda grogi, mungkin Anda akan banyak bertanya agar lawan bicara Anda terus berbicara. Kuasai diri Anda dan batasi pertanyaan. Jangan sampai menimbulkan kesan Anda justru sedang menginterogasi si pewawancara. Anda mungkin ingin mendengar jawaban-jawaban yang ingin Anda ketahui, misalnya Anda ingin tahu apakah wawancara berlangsung lancar dan sukses.  Sebaiknya simpan beberapa pertanyaan Anda untuk  tahap wawancara kerja selanjutnya. (minke)

(Dikutip dari Lindsay Olson, Paradigm Staffing  and Hoojobs.com)