Kisah Istilah Par

Kisah Istilah Par

Istlah par mengacu ke standar jumlah pukulan untuk memasukkan bola ke dalam satu lubang dalam olah raga golf. Jumlahnya berbeda beda, tergantung jauh dekatnya jarak dan tingkat kesulitan antara tee (awal mula bola golf diletakkan) hingga lubang yang dituju. Ada par 3, 4, 5, dan seterusnya.

Yang pertama kali menggunakan istilah par dalam permainan golf adalah A.H. Doleman (menurut Scottish Golf History), seorang penulis atau wartawan yang biasa meliput golf di Inggris Raya. Par ia pakai untuk menyatakan jumlah pukulan standar yang harus dicapai pegolf andal dalam turnamen Prestwick Open pada tahun 1870.

Istilah par biasa dipakai dalam bidang ekonomi, terutama untuk bidang moneter dan kegiatan bursa saham. Kata ini berasal dari bahasa Latin yang artinya ‘sama’ atau ‘sederajat’ (equal). Suatu mata uang atau saham dalam waktu dan kondisi tertentu memiliki nilai standar. Namun, di pasar, nilai uang atau saham tersebut dapat turun atau naik sesuai dengan hukum ekonomi: demand (permintaan) dan suplay (penawaran).
Sama halnya dengan par dalam golf. Sebagai contoh, par 3 dapat diartikan satu pukulan dari tee menuju green (bidang berumput halus tempat lubang berada), satu pukulan masuk ke dalam green, dan satu putt, yakni pukulan dari dalam green ke arah lubang. Pegolf bisa mencetak dua pukulan, dari tee langsung ke green dilanjutkan putt yang mengarahkan bola masuk ke dalam lubang. Bahkan ada pula pegolf yang hanya butuh satu pukulan, dari tee langsung masuk lubang atau biasa disebut dengan istilah hole in one.

Namun, ada kalanya pula pegolf memukul di atas par, bisa jadi karena angin atau karena terlalu bernafsu mencetak di bawah par sehingga bola malah masuk ke dalam bunker (kolam pasir) atau danau.

Golf sejak awal memang olah raga kaum elite, semisal bangsawan, saudagar, pejabat, ataupun investor kakap. Istilah par yang ditawarkan Doleman pun serta merta diterima sebagai kosa kata dalam golf hingga sekarang. (minke)